Biografi kehidupan David Garett - Si Raja Biola

David Garrett (lahir David Christian Bongartz ; 4 September 1980) adalah pemain biola pop dan crossover Jerman dan artis rekaman.
Garrett lahir di Aachen , Jerman, seorang prima balerina Amerika, Dove Garrett, dan seorang ahli hukum Jerman, Georg Bongartz. Dia mengadopsi nama gadis ibunya sebagai nama panggungnya, karena "itu lebih bisa diucapkan".

Garrett tampil di Ludwigshafen pada bulan Maret 2009
Ketika Garrett berusia empat tahun, ayahnya membeli biola untuk kakaknya. Garrett muda menaruh minat dan segera belajar bermain. Setahun kemudian, ia mengambil bagian dalam sebuah kompetisi dan memenangkan hadiah pertama. Pada usia tujuh tahun, ia belajar biola di Konservatorium Lübeck . Ketika berusia sembilan tahun ia memberikan debutnya di Festival Kissinger Sommer , dan pada usia 12 tahun, Garrett mulai bekerja dengan pemain biola Polandia Ida Haendel yang terkenal , sering bepergian ke London dan Eropa lainnya. Kota untuk menemuinya  Setelah meninggalkan rumah pada usia 17, ia mendaftarkan diri di Royal College of Music di London,  pergi setelah semester pertama. Saat ditanya dalam sebuah wawancara di tahun 2008 jika dia diusir, Garrett menjawab: "Yah, dikeluarkan bukanlah istilah resmi ... Disepakati bersama bahwa saya dan RCM akan berpisah setelah semester pertama. Saya melewatkan beberapa pelajaran - tapi saya juga masuk untuk melakukan latihan ekstra, jadi itu tidak membantu! " Pada tahun 1999 ia pindah ke New York untuk menghadiri Juilliard School , pada tahun 2003 memenangkan Kompetisi Komposisi Sekolah dengan fugue yang disusun dalam gaya Johann Sebastian Bach . Sementara di Juilliard ia belajar di bawah Itzhak Perlman , salah satu orang pertama yang melakukannya, dan lulus pada tahun 2004.

Garrett menghadiri Kelas Master Kesith Eilon di Israel pada musim panas tahun 1997, 1998, 1999 dan 2002.

Garrett menerima biola Stradivarius pertamanya pada usia 11 tahun, atas keputusan dari presiden Jerman Richard von Weizsäcker , setelah tampil untuknya. Pada usia 13, Garrett merekam dua CD, muncul di televisi Jerman dan Belanda, dan memberikan sebuah konser di kediaman Presiden Jerman , Villa Hammerschmidt , atas undangan pribadi Dr. von Weizsäcker. Dia ditawari penggunaan Stradivarius "San Lorenzo" yang terkenal, Yang merupakan instrumen terbaik periode " emas " Antonio Stradivari.

Pada usia 13, sebagai solois termuda yang pernah, Garrett menandatangani kontrak eksklusif dengan Deutsche Grammophon . Pada bulan April 1997, usia 16, dia bermain dengan Munich Philharmonic Orchestra di bawah arahan Zubin Mehta di Delhi dan Mumbai dalam konser yang menandai ulang tahun ke-50 Kemerdekaan India .

Dua tahun kemudian, Garrett bermain dengan Radio Symphony Orchestra Berlin di bawah arahan Rafael Frühbeck de Burgos , dan dipuji oleh kritikus. Hal ini menyebabkan sebuah undangan untuk tampil di Expo 2000 di Hanover . Pada usia 21, ia diajak tampil di BBC Proms .

Saat belajar di Juilliard, Garrett menambah penghasilannya dengan bekerja sebagai model.

Garrett tampil di Cologne pada 15 Januari 2010


Album Garrett 2008 Encore mengejar sebuah tujuan untuk membangkitkan minat anak muda terhadap musik klasik. Rilis ini berisi komposisi dan pengaturan potongan dan melodi yang telah menyertainya sepanjang hidupnya. Bersama dengan bandnya, yang terdiri dari keyboard, gitar dan drum, dia memberikan konser yang mencakup sonata klasik (diiringi oleh konser grand piano), pengaturan, dan komposisi, serta lagu-lagu rock dan tema film. Pada musim gugur 2007, Garrett dipilih oleh perusahaan Montegrappa (yang barangnya didistribusikan oleh Montblanc di seluruh dunia) sebagai duta untuk peluncuran pena baru dari koleksi Tributo ad Antonio Stradivari. Acara berlangsung di beberapa tempat, termasuk di Roma, New York, Hong Kong, Berlin, dan London. Untuk kesempatan ini Garrett ditawari Stradivarius dari koleksi Gli Archi di Palazzo Comunale . Dia juga tampil di Royal Variety Performance pada tanggal 5 Desember 2011, bermain sampul Nirvana's " Smells Like Teen Spirit ".

Ia bergabung dengan panel juri Independen Music Awards ke-9 untuk membantu karir para musisi independen. Albumnya, Music , dirilis pada tahun 2012. Pada tanggal 19 Mei 2012 dia tampil di Final Liga Champions UEFA dengan penyanyi Jerman Jonas Kaufmann . Untuk 2014 ia mengumumkan Tur Crossover baru.

Dia memainkan peran utama dalam film 2013 The Devil's Violinist , seperti yang ditulis ahli biola abad ke-19 Niccolò Paganini . Pada tahun yang sama ia merilis albumnya Garrett vs Paganini. Album terbarunya disebut Explosive (2015) dan mencakup banyak komposisi asli seperti Innovation, Furious, Explosive, Unlimited Symphony, Serenity, Baroque fantasy, Melancholia dll.

4 Pemain Biola Terbaik Asal Indonesia

Violinist adalah salah satu sebutan untuk pemain biola atau violin. Biola adalah alat musik string yang dimainkan dengan cara digesek. Banyak violinist diluaran sana. Mulai dari dunia belahan barat sampai timur, dari belahan utara maupun belahan selatan. Namun, tak perlu jauh-jauh ke penjuru dunia, di negara tercinta kita ini banyak sekali violinist yang berbakat. Mulai dari yang muda sampai tua baik itu laki-laki maupun perempuan semuanya memiliki bakat serta keterampilan yang berbeda-beda dalam bermain biola.

Diantara violinist-violinist tersebut pastinya adalah yang memiliki kemampuan lebih yang jarang dimiliki oleh banyak orang. Siapa sajakah pemain biola terbaik asal Indonesia yang siap atau bahkan sudah Go Internasional? Mari kita bahas satu persatu.

  • Idris Sardi

Idris Sardi (lahir di Batavia, Hindia Belanda (sekarang Jakarta), 7 Juni 1938 – meninggal di Cimanggis, Depok, 28 April 2014 pada umur 75 tahun) adalah seorang pemain biola berkebangsaan Indonesia. Ia adalah anak dari pemain biola Orkes RRI Studio Jakarta, Bp. Sardi. Sementara ibunya, Hadidjah merupakan aktris Indonesia di era tahun 1940-1970.
Tahun 1952 Sekolah Musik Indonesia (SMIND) dibuka, dengan persyaratan menerima lulusan SMP atau yang sederajat. Pada tahun 1952, Idris Sardi baru berusia 14 tahun, sehingga ia belum lulus SMP, namun karena permainannya yang luar biasa ia bisa diterima sebagai siswa SMIND tersebut. Bersama temannya yang juga pemain biola, Suyono (almarhum).

Pada orkes siswa SMIND pimpinan Nicolai Varvolomejeff, tahun 1952 Indris yang masih memakai celana pendek dalam seharian duduk sebagai concert master pada usia 14 tahun, duduk bersanding dengan Suyono. Rata-rata siswa SMIND berusia di atas 16 tahun. Guru biola Idris waktu di Yogyakarta (1952-1954) adalah George Setet, sedangkan pada waktu di Jakarta (setelah 1954) adalah Henri Tordasi. Kedua guru orang Hongaria.

Ketika M. Sardi meninggal, 1953, Idris dalam usia 16 tahun harus menggantikan kedudukan sang ayah sebagai violis pertama dari Orkes RRI Studio Jakarta pimpinan Saiful Bahri. Pada tahun 60-an, Idris beralih dari dunia musik biola serius, idolisme Heifetz, ke komersialisasi Helmut Zackarias.

Sumber :https://id.wikipedia.org/wiki/Idris_Sardi

  • Iskandar Widjaja 


Iskandar Widjaja (lahir di Berlin, 6 Juni 1986; umur 30 tahun) adalah seorang pemain biola asal Jerman dan pemenang berbagai kompetisi internasional. Dia adalah cucu musisi Indonesia Udin Widjaja yang sangat terkenal di era Presiden Soekarno karena lagu-lagu gubahannya. Dia memiliki darah Tionghoa Medan dari Ibunya (Chin Widjaja) dan Belanda-Arab-Maluku dari Ayahnya (Ivan Hadar). Dia memulai berlatih piano sejak berusia tiga tahun setelah ia dan ibunya menyaksikan sebuah konser musik klasik anak-anak di Jerman.

Iskandar Widjaja mulai bermain biola sejak usia 3 tahun setelah ia dan ibunya melihat konser musik. Usai mendapatkan biolanya, Iskandar Widjaja belajar bermain biola dengan teknik Suzuki di bawah ajaran Susan Mann. Teknik Suzuki adalah metode belajar instrumen musik yang mengacu pada pengajaran Dr Shinichi Suzuki, pebiola dan pendidik musik, Yaitu belajar seperti mempelajari bahasa ibu. Beranjak remaja, Iskandar Widjaja diterima sebagai siswa termuda di Collage if Music, Berlin. Setelah lulus, Iskandar Widjaja melanjutkan ke University of the Arts di Berlin.

Kepiawainnya bermain biola membuatnya meraih banyak penghargaan bergengsi. Sebut saja medali emas dalam First International Hindemith Violin Competition, dan First Prize dalam the German National Competition "Jugend musiziert". Dia juga meraih "Best Bach" dan "Best Beethoven" sonatas di the XXI Concorso Violinistico Internazionale Andrea Postacchini dan masih banyak lagi.

Di usia yang masih muda, prestasi pria kelahiran Jerman, 6 Juni 1986 ini sudah mendunia. Prestasi itu pulalah yang mengantarnya tampil di pergelaran di seluruh dunia. Seperti tampil di the Sydney Symphony Orchestra, the Dubrovnik Symphony Orchestra, the Sinfonieorchester Berlin, the Orchestre de la Suisse Romande. Belum lagi festival-festival kelas atas seperti "Kissinger Summer", "Valdres Sommersymfoni", "Festival de St. Prex", "Music Festival Phnom Penh" dan "Keshet Eiolon".
  • Clarissa Tamara

Clarissa Tamara, atau biasa dipanggil Icha (lahir di Jakarta, 28 April 1999; umur 17 tahun) adalah seorang pemain biola asal Indonesia. Gadis ini memang telah memiliki minat pada biola sejak usia dua tahun. Clarissa meminta sendiri kepada orang tua nya untuk mengkhursuskan Icha bermain biola. Dia pun mulai belajar memainkan biola sejak usia 4 tahun. Hasilnya, Icha benar-benar berhasil menunjukkan prestasinya di dunia tersebut. Di Usia 5 tahun Icha berhasil meraih Juara I Kids Talent Contest, dan pada usia 6 tahun mulai mempersiapkan diri untuk membuat album pertamanya.
Pada usia delapan tahun, Icha telah meluncurkan album perdananya yang berjudul "8" yang dirilis pada tanggal 8 Maret 2008. Di album pertamanya ini Clarissa memadukan permainan biolanya dengan beberapa jenis musik seperti jazz, dangdut, dan pop. Album yang berisi 11 lagu ini 10 di antaranya adalah berupa musik instrumental dengan alunan biola buah gesekan dari tamara sedangkan lagu yang berjudul “kring – Kring Halo” dinyanyikan sendiri oleh Clarissa. Album yang digarap selama 2 tahun ini melibatkan beberapa musisi seperti Tamam Hoesein, Henry Lamiri, Marcel Aulia, Indro Hardjoko dan Uce Haryono. Satu tahun setelah album pertama Clarissa direales Clarissa berhasil meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2009 sebagai "Artis Terbaik" dan "Karya Produksi Terbaik" dalam bidang World Music/Instrumentalia. Dan pada Desember 2009 Clarissa meriliskan album keduanya yang berisi lagu - lagu natal dan berjudul "9 Gift of Christmast".

Di usianya yang ke 14, Clarissa Tamara membuktikan talentanya pada tanggal 15 Juni 2013 dengan mencatat Rekor Dunia pada badan Record Holder Republic sebagai Pemain Biola Tercepat memainkan lagu Flight of The Bumblebee dengan kecepatan 273 bpm (beat per minute)dalam waktu 49,42 detik
  • Henry Lamiri


Hendri Lamiri (lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 24 Agustus 1972; umur 44 tahun) adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal sebagai musisi yang tergabunng dalam grup musik Arwana. Selain bermain untuk grupnya, Hendri juga mendukung banyak musisi dan penyanyi antara lain Erwin Gutawa, Chrisye, KLa Project, Mus Mujiono, Ika Ratih Poespa, Clarissa Tamara, Duo Ratu, dan lain-lain. Dia juga terlibat dalam penggarapan ilustrasi musik sejumlah film.
Hendri Lamiri lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 24 Agustus 1972. Sejak usia muda, Hendri sudah mengakrabi dunia kesenian, utamanya musik, dengan menggeluti alat musik biola. Namun dia juga menguasai alat musik lainnya.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hendri_Lamiri