Cara Memasang atau Mengganti Senar pada Biola

Gimana sih rasanya punya biola sendiri? So pasti seneng lah ya kan? Hal ini sama seperti yang saya rasakan saat ini. Setelah lama belajar kurang lebih satu tahun pakai biola milik sahabat Biola Indonesia yang udah saya anggap seperti saudara saya sendiri karena kebaikaannya. Dan setalah lama menabung juga akhirnya saya dapat memiliki sebuah biola dari jerih payah sendiri selama bertahun-tahun menabung demi sebuah biola yang bagus. Dan akhirnya saya bisa memilikinya sekarang.

Karena biola baru dan pingin mendapatkan hasil suara yang maksimal juga akhirnyapun saya membelikan satu set senar merk Paramount lupa seri berapa dengan harga Rp70.000-,. Alasan saya membeli senar ini ada beberapa hal yang membuat saya tergerak untuk membelinya salah satu diantaranya yaitu harga yang terjangkau (karena budged sedang low untuk keadaan sekarang, hehehe) dan penasaran dengan hasil suara yang dihasilkan.

Akan tetapi semua itu jauh dari harapan yang ada dipikiran saya. Suara yang dihasilkan jauh dari yang saya harapkan. Karakter dari senar ini pas digunakan untuk biolaku seperti orang yang sedang kena flu (sengau) dan tidak cocok di telingaku. Mungkin inilah yang dinamakan "Ada Harga Ada Barang". Tetapi bukan berarti senar ini jelek untuk biola yang lainnya karena karekter biola berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Terus apa merk senar yang bagus dan terjangkau?

Namun, pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas tentang merk senar yang bagus untuk biola karena saya sendiri belum mencobanya satu persatu. Pada artikel kali ini saya ingin membagikan sedikit ilmu tentang cara mmasang atau mengganti senar pada  biola.

Mengganti senar pada biola memanglah sangat mudah. Namun hal ini akan terasa sulit untuk orang yang masih awam sekali terhadap biola.

Sebelum masuk kelangkah-langkah kita persiapkan terlebih dahulu senar dan biola yang mau diganti senarnya.

Adapun langkah-langkahnya  Cara Memasang atau Mengganti Senar pada Biola  :


1. Kenduran senar dengan cara memutar peg dengan arah berlawanan jarum jam (ke kiri).

Cara mengendurkan senar
2. Apabila senar sudah kendur selanjutnya lepas senar satu persatu

Contoh senar yang sudah kendur

3.  Ambil senar dan buka dari plastik pembungkusnya.
Senar biola

4. Pasanglah kepala senar di fine tuner atau lubang senar yang ada pada tail piece. Pastikan kepala senar masuk kedalam celah.
Cara memasang senar pada tail piece
5. Lalu masukan ekor senar pada lubang peg. Selanjtnya putar peg searah jarum jam (ke kanan)
Memasukan senar pada lubang peg

6. Kemudian dilanjutkan dengan senar yang lain.
Senar yang sudah terpasang pada tail piece
7. Apabila senar sudah terpasang dengan benar maka langkah selanjutnya adalah memasang bridge.
8. Pemasangan senar telah selesai. Selanjutnya stem senar pada nada-nada yang telah ditentukan.
Itulah langkah-langkah cara mengganti senar biola dengan mudah. Semoga bermanfaat dan bisa membantu sobat-sobat sekalian.
 

Cara Menstem Nada pada Biola

Pada artikel sebelumnya saya sudah mebahas tentang Cara Mengatasi Masalah pada Tuning Peg pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu bagai mana cara menstem nada pada biola.
Sebenarnya menstem nada pada biola sangatlah mudah dan banyak cara yang bisa dilakukan. Dalam menstem nada diperlukan kepekaan telinga kita terhadap nada-nada yang dihasilkan oleh senar biola. Namun hal ini terlihat mustahil bagi pemula yang baru berkecimpung dengan dunia musik akan tetapi tidak perlu khawatir bagi pemula ketika akan menstem nada karena dizaman yang modern ini Anda bisa memanfaatkan aplikasi pada ponsel pintar Anda.
Perlu Anda ketahui ada beberapa hal yang terjadi saat pensteman dilakukan yaitu salah satunya senar biola akan putus karena terlalu tegang senar tersebut maupun lepasnya bridge karena posisi yang kurang tepat saat menstem biola.

Sumber : Google.com
Berikut cara menstem biola dengan benar :
1. Langkah yang pertama adalah cek kedudukan bridge apakah sudah benar? Bridge yang benar akan memiliki posisi yang tegak lurus. Tidak terlalu miring kekanan maupun kekiri. Dengan demikian akan mengurangi resiko terlepasnya bridge saat menstem biola.
2. Langkah selanjutnya adalah memastikan senar yang ada pada tuning peg apakah senar tersebut menyilang/bertumpukan? Jika iya benarkan terlebuh dahulu. Hal ini berupaya untuk mengurangi resiko senar putus.
3. Apabila kedua hal tersebut sudah benar lakukanlah tahap pensteman dengan cara memutar tuning peg searah jarum jam. Lakukan dengan sedikit demi sedikit.

Apabila peg mengalami  masalah bisa klik Cara Mengatasi Masalah pada Tuning Peg
4. Lakukanlah pensteman pada senar 1 dan 4 terlebih dahulu.
5. Kemudian sesuaikan senar-senar tersebut dengan nada-nada yang telah ditentukan.
6. Apabila senar 1 dan 4 telah mencapai nadanya masing-masing, lakukan hal yang sama pada senar 2 dan 3.
7. Sesuaikan kembali dengan nada yang telah ditentukan.
8. Bagi yang kesulitan dalam mencari nada yang tepat bisa ditentukan dengan nada yang mendekati kemudian pensteman dilakukan dengan menggunakan fine tuning.
9. Pastikan nada-nada tepat pada posisinya masing-masing. Sebagaimana senar 1 = E5, senar 2 = A4 senar 3 = D4, senar 4 = G3.
10. Pensteman telah selesai dan biola siap digunakan.
Begitulah cara menstem nada pada biola. Sangat mudah bukan? Bagi kalian yang belum bisa menentukan dengan tepat nada-nada diatas bisa dibantu dengan Tunner.
Saya biasanya menggunakan Da Tuner untuk membantu dalam menstem biola saya sendiri maupun orang lain.
Untuk mendapatkan apk tersebut bisa klik Da Tuner apk

Cara Membersihkan Bow biola dengan Benar

Kurang lengkap rasanya kalau bermain biola tanpa ditemani dengan bow. Bow merupakan komponen penting dalam permainan biola. Namun banyak orang yang merasa minder ketika bermain biola dengan bow yang begitu kotor akibat dari sisa rosin yang menempel pada biola. Apalagi kalau sedang perfom dihadapan banyak orang.

Dengan demikian mereka dengan giat mencari solusi demi menghilangkan kotoran yang ada pada bow biola. Kali ini saya akan berbagi tips tentang bagaimana cara membersihkan bow biola dengan baik dan benar tanpa merusak hair bow pada biola.

Kali ini saya akan memberikan sedikit tips untuk membersihkan bow yang kotor.


Bahan :

1. Air bersih
2. Spirtus/alkohol/methanol
3. Shampo/sabun

Alat :

1. Lap/kain bersih

Berikut langkah-langkahnya...

1. Lepas Frog dari Stick bow dengan cara memutar Screw.


2. Apabila bekas terlalu pekat yang ditandai dengan warna hair bow (coklat atau kehitaman) ambilah kain/lap yang bersih kemudian berilah Spirtus/alkohol/methanol.

3. Usapkan pada hair bow dengan lembut. Usahakan jangan sampai mengenai stick bow karena stick bow yang finishingnya dilapisi dengan pelitur/vernis bisa rusak akibat dari penggunaan spirtus.

4. Setelah selesai kemudian bilas hair bow dengan air bersih. Berikan shampo maupun sabun untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang ada pada bow.

5. Bilas kembali bow sampai bersih.

6. Kemudian keringkan bow dengan cara diangin-anginkan.

Note :

1. Untuk hair bow yang tidak terlalu kotor cukup dengan cara memncucinya dengan shampo/sabun.

2. Usahakan jangan menjemur dibawah terik matahari secara langsung karena dapat merusak vernis/politur.

Cukup sekian pembahasan tentang cara membersihkan bow yang kotor. 
 
Sumber : http://trisuryoanggoro.blogspot.com/2017/06/membersihkan-bow.html

Biografi kehidupan David Garett - Si Raja Biola

David Garrett (lahir David Christian Bongartz ; 4 September 1980) adalah pemain biola pop dan crossover Jerman dan artis rekaman.
Garrett lahir di Aachen , Jerman, seorang prima balerina Amerika, Dove Garrett, dan seorang ahli hukum Jerman, Georg Bongartz. Dia mengadopsi nama gadis ibunya sebagai nama panggungnya, karena "itu lebih bisa diucapkan".

Garrett tampil di Ludwigshafen pada bulan Maret 2009
Ketika Garrett berusia empat tahun, ayahnya membeli biola untuk kakaknya. Garrett muda menaruh minat dan segera belajar bermain. Setahun kemudian, ia mengambil bagian dalam sebuah kompetisi dan memenangkan hadiah pertama. Pada usia tujuh tahun, ia belajar biola di Konservatorium Lübeck . Ketika berusia sembilan tahun ia memberikan debutnya di Festival Kissinger Sommer , dan pada usia 12 tahun, Garrett mulai bekerja dengan pemain biola Polandia Ida Haendel yang terkenal , sering bepergian ke London dan Eropa lainnya. Kota untuk menemuinya  Setelah meninggalkan rumah pada usia 17, ia mendaftarkan diri di Royal College of Music di London,  pergi setelah semester pertama. Saat ditanya dalam sebuah wawancara di tahun 2008 jika dia diusir, Garrett menjawab: "Yah, dikeluarkan bukanlah istilah resmi ... Disepakati bersama bahwa saya dan RCM akan berpisah setelah semester pertama. Saya melewatkan beberapa pelajaran - tapi saya juga masuk untuk melakukan latihan ekstra, jadi itu tidak membantu! " Pada tahun 1999 ia pindah ke New York untuk menghadiri Juilliard School , pada tahun 2003 memenangkan Kompetisi Komposisi Sekolah dengan fugue yang disusun dalam gaya Johann Sebastian Bach . Sementara di Juilliard ia belajar di bawah Itzhak Perlman , salah satu orang pertama yang melakukannya, dan lulus pada tahun 2004.

Garrett menghadiri Kelas Master Kesith Eilon di Israel pada musim panas tahun 1997, 1998, 1999 dan 2002.

Garrett menerima biola Stradivarius pertamanya pada usia 11 tahun, atas keputusan dari presiden Jerman Richard von Weizsäcker , setelah tampil untuknya. Pada usia 13, Garrett merekam dua CD, muncul di televisi Jerman dan Belanda, dan memberikan sebuah konser di kediaman Presiden Jerman , Villa Hammerschmidt , atas undangan pribadi Dr. von Weizsäcker. Dia ditawari penggunaan Stradivarius "San Lorenzo" yang terkenal, Yang merupakan instrumen terbaik periode " emas " Antonio Stradivari.

Pada usia 13, sebagai solois termuda yang pernah, Garrett menandatangani kontrak eksklusif dengan Deutsche Grammophon . Pada bulan April 1997, usia 16, dia bermain dengan Munich Philharmonic Orchestra di bawah arahan Zubin Mehta di Delhi dan Mumbai dalam konser yang menandai ulang tahun ke-50 Kemerdekaan India .

Dua tahun kemudian, Garrett bermain dengan Radio Symphony Orchestra Berlin di bawah arahan Rafael Frühbeck de Burgos , dan dipuji oleh kritikus. Hal ini menyebabkan sebuah undangan untuk tampil di Expo 2000 di Hanover . Pada usia 21, ia diajak tampil di BBC Proms .

Saat belajar di Juilliard, Garrett menambah penghasilannya dengan bekerja sebagai model.

Garrett tampil di Cologne pada 15 Januari 2010


Album Garrett 2008 Encore mengejar sebuah tujuan untuk membangkitkan minat anak muda terhadap musik klasik. Rilis ini berisi komposisi dan pengaturan potongan dan melodi yang telah menyertainya sepanjang hidupnya. Bersama dengan bandnya, yang terdiri dari keyboard, gitar dan drum, dia memberikan konser yang mencakup sonata klasik (diiringi oleh konser grand piano), pengaturan, dan komposisi, serta lagu-lagu rock dan tema film. Pada musim gugur 2007, Garrett dipilih oleh perusahaan Montegrappa (yang barangnya didistribusikan oleh Montblanc di seluruh dunia) sebagai duta untuk peluncuran pena baru dari koleksi Tributo ad Antonio Stradivari. Acara berlangsung di beberapa tempat, termasuk di Roma, New York, Hong Kong, Berlin, dan London. Untuk kesempatan ini Garrett ditawari Stradivarius dari koleksi Gli Archi di Palazzo Comunale . Dia juga tampil di Royal Variety Performance pada tanggal 5 Desember 2011, bermain sampul Nirvana's " Smells Like Teen Spirit ".

Ia bergabung dengan panel juri Independen Music Awards ke-9 untuk membantu karir para musisi independen. Albumnya, Music , dirilis pada tahun 2012. Pada tanggal 19 Mei 2012 dia tampil di Final Liga Champions UEFA dengan penyanyi Jerman Jonas Kaufmann . Untuk 2014 ia mengumumkan Tur Crossover baru.

Dia memainkan peran utama dalam film 2013 The Devil's Violinist , seperti yang ditulis ahli biola abad ke-19 Niccolò Paganini . Pada tahun yang sama ia merilis albumnya Garrett vs Paganini. Album terbarunya disebut Explosive (2015) dan mencakup banyak komposisi asli seperti Innovation, Furious, Explosive, Unlimited Symphony, Serenity, Baroque fantasy, Melancholia dll.

Keistimewaan Viola D'Amore biola yang memiliki 6 atau 7 senar



Viola D'amore 

adalah salah satu jenis dari biola yang memiliki 6 atau 7 senar. Biola jenis ini merupakan salah satu musik instrumental.Viola D'amore banyak digunakan pada zaman Baroque atau sekitar abad ke-17. Pemain biola jenis ini biasanya adalah musikus handal. Tidak semua orang bisa memainkan jenis biola ini. Selain itu, harganya lebih mahal dari jenis biola lainnya. Henri Casadesus and Paul Hindemith pernah memainkan biola ini pada abad ke-20.

Biola jenis ini menggunakan scordatura. Jarak nada yang dimilikinya adalah A, d, a, d', f♯', a', d". Biola jenis ini sering dijajarkan dengan biola jenis string. Biasanya dalam sebuah konser, biola jenis ini mengambil nada rendah. Secara harafiah, arti kata viola dalam Bahasa Italia adalah biola dan d'amore berarti cinta. Biola ini adalah ciri khas dan zaman baroque yang merupakan zaman di mana para musikus lebih menampilkan sisi romantis. Biola jenis ini pernah dipakai oleh berbagai musikus terkenal. Salah satunya adalah Antonio Vivaldi.

10 lagu klasik untuk pernikahan



Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.

Setiap orang pasti ingin menikah... Kecuali yang jomblo :v Banyak orang yang merasa bahagia ketika melakukan prosesi pernikahan dimana kedua mempelai merasa bagaikan raja dan ratu 1001 malam. Selain itu, banyak hal yang akan menambah suasana pernikahan yang akan membawa kita ke nostalgia, salah satunya hiburan musik.

Mungkin bagi yang biasa menghadiri acara pernikahan sudah ngga asing lagi dengan lagu-lagu yang biasa dibawakan di acara pernikahan. Namun bagaimana jadinya kalau kita belum penah menghadiri acara nikahan? Dan kita malah disuruh mengisi di acara tersebut? Lagu apa yang cocok?

Namun tak perlu khawatir tentang lagu apa yang biasa dimainkan di acara pernikahan. Pada kesempatan kali saya akan memberikan sedikit referensi tantang lagu klasik yang bisa kalian bawakan ketika sedang mengisi acara pernikahan.

Berikut 10 lagu klasik untuk pernikahan



1. A Midsummer Night's Dream, Op. 61, Act V: Wedding March – Felix Mendelssohn Klik di sini

   
2. Walzer – Richard Heuberger, Robert Stolz Klik di sini
    
3. Suite No. 3 in D Major, BWV 1068 – Johann Sebastian Bach Klik di sini
    
4. Nocturne in E-Flat, Op. 9: No.2 – Frederic Chopin Klik di sini
   
5. Suite of Symphonies in D Major, 1, Roundeau – Jean-Joseph Mouret Klik di sini
    
6. Lohengrin, Act III: Wedding March – Anonymous, Richard Wagner, Bertalan Hock Klik di sini
    
7. Canon in D Major – Johann Pachelbel Klik di sini 
    
8. Swan Lake Waltz -  Tchaikovsky Klik di sini
    
9. Symphony No. 4 in F Major, Op. 2, No. 4 - Allegro/Gavot – William Boyce, Klik di sini
    
10 Can Can - Offenbach Klik di sini 
  

Cara Mengatasi Tuning Peg yang Terlalu Licin dan Keset

Menggeluti dunia musik itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Salah satunya dunia musik cabang String. Kali ini saya akan membahas suatu masalah yang sering terjadi pada alat musik string yang dimainkan dengan cara digesek. Dimana banyak orang awam yang bertanya-tanya bagaimana sih cara mengatasi Tuning Peg pada biola yang terlalu licin maupun terlalu keset.
Sumber google.com
Tuning Peg yang terlalu licin memang sangat mengganggu ketika sedang bermain biola, selain mengganggu kita juga harus sering-sering menstem ulang nada-nada yang berubah akibat dari peg yang terlalu licin ketika akan memainkannya.
Bukan hanya peg yang terlalu licin tetapi banyak juga yang mengeluh karena pergnya terlalu keset sehingga mengalami kesusahan ketika menstem biola maupun ketika memasang senar biola.
Namun tidak perlu khawatir untuk kalian-kalian yang mengalami masalah-masalah diatas. Banyak sekali cara untuk mengatasi masalah tersebut. Namun disini saya tidak akan menyebutkan semuanya melainkan tips-tips yang bisa kita lakukan untuk menangani masalah tersebut dengan alat atau bahan yang ada disekitar kita.
  • Untuk peg yang terlalu licin.

Bagi kalian yang mengalami masalah tersebut kalian bisa menanganinya dengan beberapa cara yaitu diantaranya :
Yang pertama dengan KAPUR. Kapur biasanya digunakan untuk tulis-menulis disekolah. Selain berguna untuk tulis-menulis kapur juga bisa dimanfaatkan untuk membuat peg pada biola kita supaya tidak terlalu licin.
Cara menggunakan :
  1. Lepas peg dengan cara memutarnya kearah kiri.
  2. Bersihkan ujung peg dengan kain lap.
  3. Ambil sedikit kapur lalu oleskan pada lubang peg maupun ujung peg secukupnya. Jangan terlalu banyak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Pasang kembali peg seperti semula.
Cara yang kedu yaitu dengan ROSIN. Rosin pada biola biasanya digunakan untuk bow yang bertujuan agar bow tidak licin dan bisa mencekram senar biola. Namun jika Anda tau, selain untuk bow rosin juga bisa digunakan untuk membantu dalam menangani peg yang licin.
Cara menggunakan :
  1. Lepas peg dengan cara memutarnya kearah kiri.
  2. Bersihkan ujung peg dengan kain lap.
  3. Ambil sedikit pecahan rosin atau serbuk rosin lalu oleskan pada lubang peg maupun ujung peg secukupnya. Jangan terlalu banyak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Pasang kembali peg seperti semula.
  • Untuk peg yang terlalu keset

Bagi kalian yang mengalami masalah tersebut kalian bisa menanganinya dengan beberapa cara salah satunya dengan pensil. Lagi-lagi alat tulis menulis yang biasa kita gunakan sehari-hari bisa kita gunakan sebagai penolong kita selagi peg kita mengalami masalah. Lalu bagaimanakah caranya?
Caranya tetap sama dengan cara menangani kasus diatas, yaitu :
1. Lepas peg dengan cara memutarnya kearah kiri.
2. Bersihkan ujung peg dengan kain lap.
3. Ambil pensil sudah diserut sebelumnya dengan peruncing pensil lalu arsirkan pada lubang peg maupun ujung peg secukupnya. Jangan terlalu banyak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Pasang kembali peg seperti semula.

Dan untuk yang terakhir menggunakan alat seperti pada gambar dibawah ini :


1. Yang untuk membesarkan lubang peg namanya "violin peg reamer" (Seperti Bor)
2. Yang seperti penyerut pensil tapi buat peg itu namanya "violin peg shaver"

Reamer sebenernya dipake luthier utk peg box biola yang baru jadi yang bentuknya masih silinder terus dibuat agak kerucut, sehingga untuk biola yang peg box nya sudah kerucut alat ini jarang digunakan. Shaver juga digunakan untuk membentuk peg yg masih lurus (silindris) menjadi kerucut, & biasanya peg yang masih baru.
Ke-2 alat ini harganya cukup mahal, bisa jadi seharga biola china. Pengganti ke-2 alat ini yg cukup murah yaitu sandpaper / amplas
Mungkin cukup sampai sini tips yang bisa saya berikan. Semoga bisa membantu masalah yang dialami kalian saat ini. 
Sumber : http://trisuryoanggoro.blogspot.com/2017/06/Masalah-tuning-peg.html

nama dan fungsi bagian-bagian biola

Biola adalah alat musik string yang dimainkan dengan cara digesek. Senar di biola ada 4 yaitu GDAE, senar G meurpakan senar yang paling rendah dan senar E adalah senar yang paling tinggi. Diantara keluarga biola seperti Violin (Biola), Viola (Biola Alto), Cello, dan Double Bass (Kontra Bass), Violinlah yang memiliki nada yang paling tinggi.
Biola memiliki beberapa bagian/komponen yang sangatlah berpengaruh terhadap suara maupun kualitas biola tersebut. Contohnya adalah Sound Post biola.Soundp Post biola disini berperan sebagai penghantar getaran suara yang diterima dari hasil gesekan antara senar dengan bow.

Biola tidak akan berbunyi jika tidak ada Sound Post maupun salah satu komponen yang rusak. Karena pada dasarnya semua komponen yang ada di biola sangatlah penting.

Nah, kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu tentang bagian bagian biola dan manfaat buat biola itu sendiri. Bagian-bagian biola sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya. Mari kita bahas satu per satu.



1. Chin Rest

Chin Rest diletakan dengan cara dijepit dibadan biola menggunakan logam clem. Chin Rest biasanya terbuat dari kayu Ebony, Rosewood, Boxwood, dan Plastik.

2. Tail Piece
Hasil gambar untuk tail piece
http://follandviolins.com/wp-content/uploads/2010/07/tailpiece.jpg

Tail Piece terbuat dari banyak bahan, Tail Piece biola biasanya dari kayu Ebony, Sonokeling, Boxwood, atau Pernambuco. Bahan lainya termasuk cor logam ringan, dan plasik.
Tail Piece berfungsi sebagai penahan senar biola dan tempat fine tuning biola.

3. Fine Tuning

http://classicalic.blogspot.co.id/p/instrument.html


Fine Tuning beguna sebagai peyetem nada. Fine Tuning terletak di Tail Piece. Biasanya terbuat dari logam maupun plastik. 

Fine Tuning dari logam maupun plastik masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Fine Tuning yang terbuat dari logam memang tahan lama tetapi cepet berkarat, begitu pula sebaliknya yang terbuat dari plastik.

4. Bridge




Bridge (Jembatan) merupakan kayu yang diletakan antara Fingerboard dan tailpiece. Bridge biola berfungsi sebagai penghantar getaran dari senar menuju badan biola.

5. F-Holes


https://www.pinterest.com/explore/amati-violin/

F-Hole adalah lubang yang terdapat pada bagaian badan depan biola. Sesuai dengan namanya F-Hole berbentuk huruf F. F-Hole berfungsi sebagai tempat keluarnya suara dari dalam biola.

6. Fingerboard


http://www.kennedyviolins.com/instrument-setup/

Kayu hitam yang menempel dengan neck itu adalah Fingerboard. Fingerboard biasanya terbuat dari kayu Ebony. Komponen ini penting untuk sebuah biola, dimana Fingerboard berfungsi sebagai tata letak nada pada biola. Fingerboard memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan ukuran biola tersebut. Jika ukuran biola tersebut semakin kecil maka semakin pendek juga Fingeroard yang diberikan. Hal ini disesuaikan dengan ukuran jari si pengguna.

7. Neck



Neck biola atau leher biola terbuat dari kayu yang diletakan di belakang Fingerboard. Neck memiliki fungsi menahan Fingerboard dan tempat meletakan ibu jari untuk membantu menahan beban biola.



8. Tuning Peg

http://jendralkancieel.blogspot.co.id/2013/06/tips-untuk-peg-biola-atau-cello-yang.html

Empat kayu kecil yang berfungsi sebagai penyetem nada. Selain sebagai penyetem biola, Tuning Peg juga berfungsi sebagai pengencang dan penahan senar biola.

9. Scroll

https://indonesian.alibaba.com/promotion/promotion_violin-neck-promotion-list.html

Scroll atau ekor biola tidak begitu berpengaruh terhadap biola. Scroll berfungsi sebagai hiasan dan sebagai media untuk menggantungkan biola.
 
Sumber : http://trisuryoanggoro.blogspot.com/2017/01/bagian-bagian-biola.html

4 Pemain Biola Terbaik Asal Indonesia

Violinist adalah salah satu sebutan untuk pemain biola atau violin. Biola adalah alat musik string yang dimainkan dengan cara digesek. Banyak violinist diluaran sana. Mulai dari dunia belahan barat sampai timur, dari belahan utara maupun belahan selatan. Namun, tak perlu jauh-jauh ke penjuru dunia, di negara tercinta kita ini banyak sekali violinist yang berbakat. Mulai dari yang muda sampai tua baik itu laki-laki maupun perempuan semuanya memiliki bakat serta keterampilan yang berbeda-beda dalam bermain biola.

Diantara violinist-violinist tersebut pastinya adalah yang memiliki kemampuan lebih yang jarang dimiliki oleh banyak orang. Siapa sajakah pemain biola terbaik asal Indonesia yang siap atau bahkan sudah Go Internasional? Mari kita bahas satu persatu.

  • Idris Sardi

Idris Sardi (lahir di Batavia, Hindia Belanda (sekarang Jakarta), 7 Juni 1938 – meninggal di Cimanggis, Depok, 28 April 2014 pada umur 75 tahun) adalah seorang pemain biola berkebangsaan Indonesia. Ia adalah anak dari pemain biola Orkes RRI Studio Jakarta, Bp. Sardi. Sementara ibunya, Hadidjah merupakan aktris Indonesia di era tahun 1940-1970.
Tahun 1952 Sekolah Musik Indonesia (SMIND) dibuka, dengan persyaratan menerima lulusan SMP atau yang sederajat. Pada tahun 1952, Idris Sardi baru berusia 14 tahun, sehingga ia belum lulus SMP, namun karena permainannya yang luar biasa ia bisa diterima sebagai siswa SMIND tersebut. Bersama temannya yang juga pemain biola, Suyono (almarhum).

Pada orkes siswa SMIND pimpinan Nicolai Varvolomejeff, tahun 1952 Indris yang masih memakai celana pendek dalam seharian duduk sebagai concert master pada usia 14 tahun, duduk bersanding dengan Suyono. Rata-rata siswa SMIND berusia di atas 16 tahun. Guru biola Idris waktu di Yogyakarta (1952-1954) adalah George Setet, sedangkan pada waktu di Jakarta (setelah 1954) adalah Henri Tordasi. Kedua guru orang Hongaria.

Ketika M. Sardi meninggal, 1953, Idris dalam usia 16 tahun harus menggantikan kedudukan sang ayah sebagai violis pertama dari Orkes RRI Studio Jakarta pimpinan Saiful Bahri. Pada tahun 60-an, Idris beralih dari dunia musik biola serius, idolisme Heifetz, ke komersialisasi Helmut Zackarias.

Sumber :https://id.wikipedia.org/wiki/Idris_Sardi

  • Iskandar Widjaja 


Iskandar Widjaja (lahir di Berlin, 6 Juni 1986; umur 30 tahun) adalah seorang pemain biola asal Jerman dan pemenang berbagai kompetisi internasional. Dia adalah cucu musisi Indonesia Udin Widjaja yang sangat terkenal di era Presiden Soekarno karena lagu-lagu gubahannya. Dia memiliki darah Tionghoa Medan dari Ibunya (Chin Widjaja) dan Belanda-Arab-Maluku dari Ayahnya (Ivan Hadar). Dia memulai berlatih piano sejak berusia tiga tahun setelah ia dan ibunya menyaksikan sebuah konser musik klasik anak-anak di Jerman.

Iskandar Widjaja mulai bermain biola sejak usia 3 tahun setelah ia dan ibunya melihat konser musik. Usai mendapatkan biolanya, Iskandar Widjaja belajar bermain biola dengan teknik Suzuki di bawah ajaran Susan Mann. Teknik Suzuki adalah metode belajar instrumen musik yang mengacu pada pengajaran Dr Shinichi Suzuki, pebiola dan pendidik musik, Yaitu belajar seperti mempelajari bahasa ibu. Beranjak remaja, Iskandar Widjaja diterima sebagai siswa termuda di Collage if Music, Berlin. Setelah lulus, Iskandar Widjaja melanjutkan ke University of the Arts di Berlin.

Kepiawainnya bermain biola membuatnya meraih banyak penghargaan bergengsi. Sebut saja medali emas dalam First International Hindemith Violin Competition, dan First Prize dalam the German National Competition "Jugend musiziert". Dia juga meraih "Best Bach" dan "Best Beethoven" sonatas di the XXI Concorso Violinistico Internazionale Andrea Postacchini dan masih banyak lagi.

Di usia yang masih muda, prestasi pria kelahiran Jerman, 6 Juni 1986 ini sudah mendunia. Prestasi itu pulalah yang mengantarnya tampil di pergelaran di seluruh dunia. Seperti tampil di the Sydney Symphony Orchestra, the Dubrovnik Symphony Orchestra, the Sinfonieorchester Berlin, the Orchestre de la Suisse Romande. Belum lagi festival-festival kelas atas seperti "Kissinger Summer", "Valdres Sommersymfoni", "Festival de St. Prex", "Music Festival Phnom Penh" dan "Keshet Eiolon".
  • Clarissa Tamara

Clarissa Tamara, atau biasa dipanggil Icha (lahir di Jakarta, 28 April 1999; umur 17 tahun) adalah seorang pemain biola asal Indonesia. Gadis ini memang telah memiliki minat pada biola sejak usia dua tahun. Clarissa meminta sendiri kepada orang tua nya untuk mengkhursuskan Icha bermain biola. Dia pun mulai belajar memainkan biola sejak usia 4 tahun. Hasilnya, Icha benar-benar berhasil menunjukkan prestasinya di dunia tersebut. Di Usia 5 tahun Icha berhasil meraih Juara I Kids Talent Contest, dan pada usia 6 tahun mulai mempersiapkan diri untuk membuat album pertamanya.
Pada usia delapan tahun, Icha telah meluncurkan album perdananya yang berjudul "8" yang dirilis pada tanggal 8 Maret 2008. Di album pertamanya ini Clarissa memadukan permainan biolanya dengan beberapa jenis musik seperti jazz, dangdut, dan pop. Album yang berisi 11 lagu ini 10 di antaranya adalah berupa musik instrumental dengan alunan biola buah gesekan dari tamara sedangkan lagu yang berjudul “kring – Kring Halo” dinyanyikan sendiri oleh Clarissa. Album yang digarap selama 2 tahun ini melibatkan beberapa musisi seperti Tamam Hoesein, Henry Lamiri, Marcel Aulia, Indro Hardjoko dan Uce Haryono. Satu tahun setelah album pertama Clarissa direales Clarissa berhasil meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2009 sebagai "Artis Terbaik" dan "Karya Produksi Terbaik" dalam bidang World Music/Instrumentalia. Dan pada Desember 2009 Clarissa meriliskan album keduanya yang berisi lagu - lagu natal dan berjudul "9 Gift of Christmast".

Di usianya yang ke 14, Clarissa Tamara membuktikan talentanya pada tanggal 15 Juni 2013 dengan mencatat Rekor Dunia pada badan Record Holder Republic sebagai Pemain Biola Tercepat memainkan lagu Flight of The Bumblebee dengan kecepatan 273 bpm (beat per minute)dalam waktu 49,42 detik
  • Henry Lamiri


Hendri Lamiri (lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 24 Agustus 1972; umur 44 tahun) adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal sebagai musisi yang tergabunng dalam grup musik Arwana. Selain bermain untuk grupnya, Hendri juga mendukung banyak musisi dan penyanyi antara lain Erwin Gutawa, Chrisye, KLa Project, Mus Mujiono, Ika Ratih Poespa, Clarissa Tamara, Duo Ratu, dan lain-lain. Dia juga terlibat dalam penggarapan ilustrasi musik sejumlah film.
Hendri Lamiri lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 24 Agustus 1972. Sejak usia muda, Hendri sudah mengakrabi dunia kesenian, utamanya musik, dengan menggeluti alat musik biola. Namun dia juga menguasai alat musik lainnya.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hendri_Lamiri

Memilih biola untuk belajar atau pemula

Sebelumnya ini banyak yang nanya "Mas, gimana sih cara memilih biola yang bagus untuk pemula?" Pertanyaan itu selalu diulang-ulang sama orang-orang yang masih kebingungan tentang cara memilih biola yang baik untuk seorang pemula. Kali ini saya akan memberikan referensi tentang bagaimana cara memilih biola yang bagus untuk pemula.

Ok, sebelum masuk ke tahapan inti lebih baiknya kita kenalan dulu sama biola, jadi pas beli bisa lebih paham lagi. Silahkan cek gambar dibawah ini.
Hasil gambar untuk bagian bagian biola















Nah, kalau sudah kenal bagian-bagian biola kan enak. Yo, kita bahas topik diatas.


1. Ukuran Biola


Biola memiliki ukuran yang bervariasi. Mulai dari yang terkecil (1/32) sampai dengan ukuran normal  (4/4) ada tersendiri. Nah, untuk yang ukuran 1/3-1/8 itu biasanya digunakan untuk umur 2-6 tahun, ukuran 1/4 digunakan untuk umur 4-7 tahun, ukuran 1/2 digunakan untuk umur 6-10 tahun, 3/4 digunakan untuk umur 9-11 tahun, ukuran 4/4 untuk umur 11+. Ada juga ukuran 7/8 biasanya digunakan untuk perempuan. Ada juga orang yang memilih biola dengan cara mengukur panjang lengannya, mungkin cara itu lebih efektif sehingga tidak perlu jual beli terus karena ukurannya engga cocok.


2. Kualitas Kayu.

Kayu yang digunakan pada biola sangat mempengaruhi kualitas suara biola. Nah, pada biola yang bagus biasanya terbuat dari kayu maple untuk bagian back body, side, dan neck, spruce untuk bodi depan. Untuk fingerboard biasanya memakai kayu Ebony. Kayu eboni sering dipilih oleh pengrajin biola karena memiliki sifat yang keras, menawan, dan tahan lama. .Banyak biola yang terbuat dari triplek, HAH? Dari triplek? Ya, dari triplek, biola itu biasanya memiliki harga yang murah dan kualitas yang bobrok. Jadi perlu diperhatikan juga kayu yang digunakan pada biola yang akan kamu beli.

3. Bridge (Jembatan)

Hasil gambar untuk bridge biola

Bridge (Jembatan) merupakan kayu yang diletakan antara Fingerboard dan tailpiece. Bridge biola berfungsi sebagai penghantar getaran dari senar menuju badan biola. Pastikan biola yang kamu beli ada Bridgenya, tetapi ada yang jual biola dengan cara terpisah. Dan bridge biola banyak dijual di toko musik yang jualan biola.

4. Purfling

Hasil gambar untuk purfling biola

Purfling pada biola bergunak untuk mempercantik tampilan biola tersebut,selain untuk fungsi dekorasi purfling juga berfungsi sebagai pelidung bodi biola dari peretakan yang terjadi karena penyusutan kayu. Rabalah bagian tepi biola, apakah ada purflingnya ataukah hanya lukisan?

4. Merk

Merk biola bisa dilihat melalui F Hole. Ada beberapa merk biola yang harganya 1jtaan-600K (Skylark, Cremona, Viena, Pearl River, Harrier,Karl Hoffner, Karl Steinhoff, dan masih banyak lagi). Kata sesepuh Biola Indonesia "Merk biola tidak mempengaruhi kualitas biola, ada beberapa biola yang merupakan satu pabrik tetapi berbeda suaranya." Kesimpulannya, Suara biola tidak dipengaruhi oleh merk loh guys. 

5. Kelengkapan


Cek kelengkapan juga guys sebelum ngebeli ntu biola. Kelengakapan biola biasanya ada Rosin, Bow, Hardcase (Tempat Biola), Senar, dan biola itu sendiri. 
  • Rosin
Hasil gambar untuk rosin
Rosin terbuat dari getah pinus yang dikeringkan. Rosin digunakan untuk memberikan cengkeraman bow oleh senar biola. Cara menggunkannya cukup mudah yaitu dengan cara menggosokan rosin dengan bow yang sebelummnya sudah dikencangkan.

  • Bow (Busur)
Bow adalah tongkat yang digunakan sebagai penggesek. Agar biolamu bisa berbunyi sebelumnya bow harus dikasih rosin supaya keset saat digesek dengan senar biola dan tidak meleset karena licin. Bagian-bagian bow ada 5, diantara Screw buat ngencengin/ngendurin, Pad sebagai bantalan jari, Frog buat pengatur kekencangan bow yang sebelumnya telah di setting lewat screw, Stick, dan Hair buat digesekin ke senar. Bow yang bagus biasanya menggunakan hair/rambut dari ekor kuda.
  • Senar 
Senar biola dibuat dari usus domba, direntangkan, dikeringkan, lalu di pelentir. Senar usus ini dapat dikembangkan dengan cara dicampuri dengan logam. Hasil yang diperoleh dari proses ini adalah senar yang lebih kuat dan lebih seimbang, dan dapat disetel dengan tekanan yang lebih besar, dan menghasilkan volume yang lebih besar pula. Dibandingkan dengan senar sintetis yang banyak digunakan sekarang, senar usus domba memiliki bunyi yang hangat.

sumber : http://trisuryoanggoro.blogspot.com/2017/01/bagaimana-cara-memilih-biola-bagi-pemula.html

Cara merawat biola agar awet dan tidak mudah rusak

Kali ini saya mendapatkan ide yang cukup untuk dibagikan dengan sobat-sobat BK dari teman-teman saya di Biola Indonesia. Saya akan memberikan tips cara merawat biola dengan baik dan benar. Kebanyakan dari kita adalah menggunakan biola tanpa memperhatikan bagaimana kondisi biola. Bila kondisi biola tidak terawat maka akan membuat biola cepat rusak. Oke sobat, tanpa banyak basa-basi kita bahas aja langsung yah, Cek It Out...

1. Jaga Suhu Penyimpanan Biola.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah dengan menjaga suhu tempat kita menyimpan biola, dimana suhu sekitar tidak boleh terlalu panas dan juga tidak terlalu lembab. Kenapa? Karena biola juga terbuat dari kayu, ya jadi bisa saja kayu itu retak karena tempatnya terlalu panas dan juga bisa jamuran kalau tempatnya terlalu lembab.

2. Jangan Terlalu Lama Simpan di Hardcase ( Tempat Biola)

Nah, bagi kalian yang selalu menaruh biolanya di hardcase karena maennya 1 Tahun 1 Kali lebih baik dikurangin deh kebiasaan itu. Menaruh biola di dalam hardcase dengan jangka yang panjang bisa memicu tumbuhnya jamur pada biola sobat, kasian nanti bisa dikira Biola Jamur Crispy... Ahaha...
Ada yang mengatakan kalau cara menyimpan biola dengan tehnik digantung bahkan ada juga yang digantung dengan posisi terbalik.
Posisi biola saat digantung

Posisi biola saat digantung dengan posisi terbalik.

3. Bow

Bow adalah busur yang digunakan untuk menggesek biola itu sendiri. Bow ada yang terbuat dari sintetis dan ada juga yang dari ekor kuda. Kencangilah bow saat mau digunakan. Mengecangkan bow harus berhati-hati dengan memutar screw/secrup yang ada di ujung bawah bow. Ketengang bow memperngaruhi keyamanan saat menggesek. Bow biasanya memiliki jarak antara stick dengan hair sediameter pensil atau sesuai dengan jari kelingking kita. Setelah digunakan kendurkan kembali bow dengan cara memutar Screw. Usahakan jangan menyentuh hair bow karena tangan kita bisa mengeluarkan minyak sehingga mempengaruhi ke kesetan bow saat digesekan ke senar.
Oh, iya guys, kalau ada rambut bow yang putus jangan di cabut langsung, karena kemungkinan bisa membuat hair bow terlepas semua dari stick bow itu sendiri.

4. Rosin

Rosin adalah getah pinus yang dikeringkan. Gunanya untuk menggosok bow agar tetap keset saat digesekan dengan senar biola. Cara menggunakan rosin yang baik adalah dengan cara menggosokan rosin ke bow dengan searah. Pemberian rosin jangan terlalu banyak dan juga jangan terlalu sedikit.
5. Stem Senar Biola
Menyetem senar biola memang haruslah berhati-hati, karena jika kita lengah sedikit maka kita akan dikejutkan dengan suara yang mengagetkan. Ntah itu suara senar yang putus ataupun dari bridge yang melompat. Ini pengalaman saya... Jadi, disarankan menyetem biolanya mipil dari senar G, D, A, dan kemudian E. Jangan napsu...

6. Atur Posisi dan Bentuk Bridge.

Bridge biola harus diletakan lurus dengan F Hole. Posisi biola harus lurus vertikal tidak boleh miring karena bisa melompat ketika sedang asik dimainkan. Bentuk bridge jangan terlalu tumpul maupun terlalu tipis. Bentuk biola yang terlalu tumpul bisa mempengaruhi suara biola kalian, dan juga sebaliknya jika brigde yang kita gunakan terlalu tipis atau tajam itu bisa ada dua kemungkinan masalah yang akan terjadi yaitu, bridge tersebut bisa terbelah karena tekanan yang diberikan oleh senar maupun senar kita yang putus karena bridge yang digunakan terlalu tipis/tajam.

7. Bersihkan Rosin Yang Menempel di Bodi Biola.

Kebanyakan rosin memang sering mengakibatkan debu-debu halus yang berterbangan. Debu rosin biasanya menempel pada bodi biola dan jika hal tersebut dibiarkan maka akan membuat biola kita terasa lengket. Maka bersihkanlah segera, kalau yang sudah terlanjur bagaimana? Nah, kalau sudah terlanjur bisa dibersihkan dengan menggunakan tisu yang diberikan minyak kayu putih dan digosokan kerosin yang menempel di biola. Namun, perlu diperhatikan juga, minyak kayu putih itu sendiri memilki sifat yang panas jadi bisa merusak vernis biola jika terlalu banyak. Jangan menggunakan air, disarankan menggunakan cairan khusus untuk membersihkan rosin yang menempel pada biola kalian. Cairan tersebut terjual di toko musik yang menjual biola dan kelengkapannya.

8. Letakan Kembali Biola Ketempat Semula.

Bagi sobat yang masih menaruh biolanya sembarangan lebih baik jangan diulangi lagi dah. Menaruh biola sembarangan bisa membuat biola sobat terbagi berkeping-keping karena kedudukan atau keinjak. Simpanlah dengan baik dan benar.

9. Sering Dimainkan.

Biola jika jarang dimainkan itu bisa menimbulkan banyak masalah. Selain bisa jamuran, retak, dan masih banyak lagi biola yang jarang digunakan itu bisa mempengaruhi kualitas suara. Hal ini perlu diperhatikan juga oleh sobat-sobat,,, Kalau hanya asalan karena terlalu sibuk maka lebih baik dijual/diinfaqkan ke kerabat atau sodara. Kasian sama biolanya dan juga sama modal yang dikeluarin buat membeli ntu biola. Kalaupun tidak ingin dijual atau diinfaqkan ya terserah sobat, ya mungkin pada akhirnya akan menjadi pajangan di rumah maupun kantor kalian.

10. Berdoa

Berdoalah kepada Tuhan semoga biola kita bisa sehat selalu sehingga bisa menemani hari-hari kita dengan indah.
Mungkin cukup sekian tips dari saya, semoga bermanfaat di hati sobat-sobat semuanya. Apabila ada kesalahan atau kekeliruan bisa kasih komentar dibawah.

Teknik bermain biola violin anti mainstream


Kalian pasti sering melihat banyak orang yang sedang memainkan biolanya dengan indah. Bermain biola bukanlah sekedar menggesek dan meggesek melainkan juga menggunakan Dinamika, Intonasi, Penghayatan, dll yang tepat dan jelas. Hal ini sangat berguna untuk menentukan indah atau tidaknya alunan tersebut.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa dalam bermain biolapun harus menggunakan beberapa tekhnik bermain biola. Banyak orang awam yang baru saja te
rjun ke dunia musik salah satunya alat musik biola. mereka hanya tau cara membunyikan alat musik tersebut saja, sedangkan tekhnik-tekhniknya jarang mereka ketahui. Hal ini sering terjadi oleh seorang Otodidakers.

Tekhnik bermain biola ada beberapa macam. Untuk bisa menguasai tehknik-tehknik tersebut memang butuh waktu yang tidak singkat sesingkat membalikan telapak tangan. Namun, membutuhkan waktu tenaga yang lumayan. Banyak dikalangan orang awam yang memiliki sifat egoisme dan mereka berhenti di tengah jalan ketika mempelajari tekhnik-tekhnik bermain biola.

Berikut adalah beberapa tekhnik dalam bermain biola : 

1. Teknik Selur Teknik ini merupakan teknik untuk menaikkan atau menurunkan nada dengan cara digeser pada salah satu jari yang ingin menekan salah satu nada, tetapi diawali dengan menekan nada sebelumnya atau sesudahnya kemudian digeser. Jika kita hendak menekan nada C pada senar ke -4 gunakan jari manis atau jari ke 3. Sebelum itu posisi jari berada di nada A atau nada los (open string G). Gesek bow, mulai untuk menggeser jari hingga nada yang diinginkan.


Lihat : Selur

 2. Teknik Vibra
Teknik fibra merupakan teknik untuk menggetarkan nada. Bagi pemain yang sudah mahir, pada umumnya akan selalu mengolaborasikan kedua teknik ini secara bergantian.


Cara : Menekan nada pada salah satu senar, kemudian digeser maju mundur dengan sangat cepat sehingga menimbulkan suara bergetar. Dengan catatan untuk teknik ini gunakan kekuatan ruas buku pada jari dan nada yang ditekan agar tidak berpindah sehingga tidak mengubah suara alunan yang dihasilkan oleh teknik ini. 


Lihat : Vibra

3. Teknik Tiup Suling
Teknik ini menghasilkan suara yang persis dengan alat musik tiup suling. Teknik ini jarang sekali digunakan karena biasanya alat musik biola selalu bersanding dengan suling dalam suatu kelompok musik daerah yang menggunakan kedua alat tersebut. Teknik ini dapat digunakan sebagai aksen pada penambahan melodi. 


Cara : Sentuh nada di senar dengan lembut, jangan melakukan penekanan yang keras terhadap senar. Tetapi teknik ini memiliki kendala karena tidak dapat dilakukan pada senar terbuka. Jadi hafalkan terlebih dulu titik nadanya. 


 4. Pizzicato
Teknik ini dilakukan dengan cara memetik dawai biola. Sebutan lain untuk teknik ini adalah pizz, teknik ini juga berfungsi untuk memberikan aksen pada lagu. 


Cara : Lakukan teknik ini dengan menggunakan tangan kanan tetapi tidak melepaskan busur dari pegangan. Cukup keluarkan jari telunjuk tangan kanan atau busur digenggam. Gunakan jari telunjuk untuk memetik setiap senar, dan tangan kiri tetap digunakan untuk menekan senar 

Lihat : Pizzicato

5. Staccato dan Spicato Teknik staccato dilakukan dengan cara memantul-mantulkan ujung bawah busur pada senar dengan kecepatan tinggi,dilakukan dengan permainan jari yang cepat. Sedangkan teknik spicato hampir sama dengan staccato namun spicato dimainkan dengan kecepatan sedang. 

Cara : Menggesek ujung bawah atau ujung atasa biola. Dengan cara memantul-mantulkan hair bow ke senar kemudian jika melihat ke tangan kanan bow seakan melengkung atau membentuk huruf U, bagi pemain yang sudah mahir teknik ini biasanya dimainkan pada tengah-tengah bow.


Lihat : Staccato

 6. Martele 

Teknik menggesek dengan menambahkan sedikit penekanan pada gesekan tersebut, hingga menambahkan aksen yang berbeda pada kualitas suara setiap 1 kali gesekan atau lebih. 

Cara : Pada sekali gesekan penekanan dilakukan pada awal, tengah maupun akhir. Penekanan berfungsi untuk menjelaskan tinggi rendahnya nada atau pada tiap perpindahan pada senar. 

Lihat: Martele
 7. Tremolo
Tremolo adalah istilah dalam memainkan instrumen musik dengan cara dipetik berulang dengan kecepatan tinggi. Teknik ini dapat dimainkan di segala alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. 


Cara : Untuk gesekan pendek gunakan ujung atas busur. Dengan menugaskan jari telunjuk yang berfungsi memberi tekanan pada busur, kemudian gesek naik turun dengan cepat. 


Lihat : Tremolo

 8. Col Legno
Col legno tidak menggunakan helaian pada busur, tetapi malah menggunakan kayu pada busur untuk memainkan biola. Teknik yang sedemikian ini jarang digunakan. Perlu diingat untuk tidak memukul dengan keras, karena dapat mengakibatkan senar mudah kendor dan bridge menjadi mudah patah. 


Lihat: Col Legno

9. Double Strokes
Double strokes atau pemberhentian ganda merupakan istilah memainkan biola dengan menggesek dua nada pada dua senar yang berbeda secara bersamaan, kemudian dibantu sedikit tekanan pada gesekan sehingga menghasilkan bunyi kord. Selain double strokes, terdapat juga triple strokes dan quardruple strokes dimana senar yang digesek berjumlah 3 dan 4. 


Cara : Menggesek 2 nada pada senar terbuka atau 1 nada tertutup dan 1 nada terbuka atau bahkan menggesek 2 nada tertutup sekaligus. 


Lihat : Double Strokes


10. Legato
Legato merupakan tekhnik bermain biola dengan cara memainkan lebih dari satu nada dengan satu gesekan.

Cara : Gunakan pangkal bow, gesek dari atas kebawah atau sebaliknya. Kemudian gesek beberapa nada yang di inginkan.

Lihat : Legato

Apabila ada kesalahan mohon koreksinya.

Semoga Bermanfaat



Sumber Tulisan :
http://trisuryoanggoro.blogspot.com/2017/02/Tekhnik-biola-yang-jarang-diketahui-pemula.html